Subtotal: Rp0.00


No products in the cart.

Select Page

Kulit Ikan Pari dari Yogyakarta

Berbagi dan berproses

menanggap rasa serta kreatifitas

PARRI hadir sejak tahun 1989. Namun, perjalanan cerita ini dimulai sejak tahun 1987. Sebuah awal perjalanan yang tidak terkira untuk dikembangkan lebih dalam. Ketika itu bermula dari Yayasan Dian Desa yang memiliki proyek dalam membantu pembangunan fisik pada masyarakat di pesisir utara Jawa Tengah, tepatnya di Jepara. Masyarakat di daerah tersebut sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan petani tambak. Niat dan keinginan Dian Desa agar tercipta pula perkembangan perekonomian, maka ditariklah anak yayasan yang bernama Yayasan Dian Mandala untuk ikut terjun dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Dian Mandala, dibawah komando Petrus Aryanto Sudjarwo, kemudian mencoba untuk mengambil kulit ikan pari yang merupakan limbah disekitar daerah tersebut untuk diteliti dan diolah. Kulit-kulit ikan pari tersebut kemudian dibawa ke Yogyakarta untuk dilakukan penelitian dan pengolahan.

Berbagai lika-liku dalam memproses dan mengolah kulit ikan paripun banyak sekali. Sebuah hasil yang premium dan berkualitas menjadi tujuan akhir dalam proses ini. Hingga 2 tahun berjalan, akhirnya didapatkanlah formula dalam mengolahan kulit ikan pari dari mentah hingga menjadi bahan yang siap untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi sebuah produk jadi.

Pengembangan selanjutnya adalah mengolah kulit ikan pari yang telah siap tersebut untuk menjadi sebuah produk yang lebih bernilai. Bermula kulit ikan pari tersebut menjadi dompet pria maupun wanita, kemudian berkembang terdapat tas, aksesoris, bahkan barang-barang home decor. 16 Juli 1989 sebagai awal momentum berjalannya PARRI di ranah fesyen Indonesia dan dunia.

Setidaknya sudah 30 tahun kerajinan kulit ikan pari ini berjalan. Yayasan Dian Mandala melepas kerajinan kulit ikan pari ini untuk menjadi sebuah industri yang lebih berkualitas. Formasi badan hukum berupa Perseroan Terbatas atau PT ditahun 2019 diinisiasi.

PT ini bernama PT Swara Mandala Wangi. PT ini sebagai induk utama dari berbagai pengembangan yang dilakukan oleh Yayasan Dian Mandala. Harapan dari diinisiasinya PT ini agar PARRI sebagai sebuah brand dapat lebih memberikan perfoma yang lebih baik dan teguh diranah industri desain dan fesyen.

Hingga kini, PARRI selain mengeluarkan kerajinan dari kulit ikan pari, juga mengeluarkan kerajinan dari kulit katak, kulit kaki ayam, kulit ular, dan kulit-kulit eksotis lainnya, Selain ranah kulit, PARRi-pun juga mengembangkan komposisi dengan material kain lainnya, diantaranya terdapat kain tenun maupun kain batik.

Seluruh hasil karya ini, kami kerjakan dengan segenap rasa dan tekad untuk memenuhi kebutuhan pelengkap fesyen Anda dengan kualitas premium, sehingga Anda dapat tampil lebih elegan dan mempesona.