Selalu ada kesempatan

untuk

proses berkembang

1989 – Sekarang

1989 kami berangkat dengan nama Yayasan Dian Mandala, berlokasi di Yogyakarta. Yayasan ini merupakan bentukan dari Yayasan Dian Desa, yang bergerak pada bidang penyaluran bantuan luar negeri untuk kesejahteraan masyarakat dalam bentuk sarana prasarana publik. Semua bantuan yang diberikan berkaitan dengan kehidupan masyarakat suatu desa.

Yayasan Dian Desa memiliki stasiun atau kantor sementara untuk bantuan di Jepara. Selain membantu masyarakat dalam bidang sarana prasarana, terkadang Dian Desa juga melihat celah sektor ekonomi yang dapat dikembangkan, sesuai dengan karakter masyarakat setempat. Ketika itu, terdapat banyak sekali sampah kulit ikan pari dari hasil kelautan kita. Disana ikan pari hanya diambil dagingnya saja, kemudian kulitnya dibuang begitu saja, karena keras dan sangat bau anyir.

Dian Desa melalui Dian Mandala, yang dipimpin oleh Aryanto Sudjarwo kemudian membeli kulit ikan pari dengan nilai yang sewajarnya. Hal ini guna memberikan tambahan pemasukan kepada para nelayan. Kemudian kulit-kulit tersebut dibawa ke Yogya.

hero_1
highlight_2

Berbekal pengalaman menyamak / memproses kulit kodok, Aryanto Sudjarwo mencoba mengolah kulit ikan pari agar dapat digunakan sebagai bahan kerajinan kulit. Bertempat di belakang kantor Dian Desa, Aryanto Sudjarwo dengan Dian Mandalanya selama setahun lebih mencoba mengolah kulit ikan pari tersebut. Kegagalan demi kegagalan akhirnya membuahkan hasil. Walau belum optimal, namun setidaknya kulit mentah ikan pari tersebut dapat tersamak.

Hingga kemudian terbentuklah nama untuk hasil kerjaninan tersebut, Parri. Tidak berhenti disitu saja, Aryanto Sujarwo mengusahakan sepenuhnya teknik pengolahan kulit ikan pari hingga keliling dunia, agar hasil samakan kulit dapat optimal.

Berawal dari membeli sebuah dompet di Malioboro, kemudian dompet tersebut dibongkar. Sehingga dapat dilihat dan dipelajari cara pembuatan dompet. Lambat laun, teknik pembuatan dompet dikuasai oleh Parri. Tahun 1990 itulah Parri memulai debutnya. Yayasan Dian Mandala memperkerjakan sekitar 10 orang untuk melakukan proses penyamakan dan penjahitan dompet.

Selama tahun 1990 -2000, Yayasan Dian Mandala dimana Parri terdapat didalamnya melakukan berbagai kerja sama bisnis. Pasar dalam negeri maupun luar negeri mulai dijajaki. Dalam periode tersebut pula, Dian Mandala bekerja sama dengan Yakkum, dalam penyerapan tenaga kerja. Yakkum memiliki banyak anak didik difabel dan berketerampilan tinggi. Sehingga memberikan dampak bagi Dian Mandala memiliki 80% tenaga kerja yang memiliki keterampilan tinggi tersebut.